Festival Perahu Tradisional Tello 2026
Pendekatan yang digunakan dalam kegiatan pengabdian ini adalah pendekatan partisipatif dan berbasis komunitas (community-based approach). Pengelola Desa Wisata Sungai Tello diposisikan sebagai subjek utama, bukan objek kegiatan, sehingga seluruh proses pendampingan dilakukan dengan melibatkan masyarakat secara aktif sejak tahap perencanaan hingga implementasi. Pendekatan ini memungkinkan penggalian kearifan lokal secara autentik melalui cerita, pengalaman, dan praktik budaya masyarakat setempat. Selain itu, digunakan pendekatan kultural dan edukatif, yakni mengintegrasikan nilai-nilai budaya lokal, sejarah Sungai Tello, serta tradisi masyarakat ke dalam storytelling wisata. Pendekatan edukatif bertujuan meningkatkan kapasitas sumber daya manusia pengelola desa wisata melalui pembelajaran kontekstual, praktik langsung, dan refleksi bersama. Dengan pendekatan ini, storytelling tidak hanya berfungsi sebagai alat promosi, tetapi juga sebagai media pelestarian budaya dan penguatan identitas lokal. Dalam lingkup penerapan teknologi, kegiatan pengabdian ini difokuskan pada pemanfaatan teknologi digital sederhana dan mudah diakses oleh pengelola Wisata Sungai Tello. Teknologi yang digunakan meliputi media sosial (Instagram, Facebook, dan TikTok) sebagai sarana penyebaran storytelling wisata Sungai Tello dalam bentuk narasi singkat, foto, dan video pendek. Pengelola didampingi dalam teknik penulisan caption naratif, narasi visual, serta pengemasan cerita berbasis kearifan lokal yang menarik bagi wisatawan. Inovasi dalam kegiatan pengabdian ini terletak pada pengembangan model storytelling Wisata Sungai Tello berbasis kearifan lokal yang terintegrasi dengan promosi digital. Storytelling tidak hanya disampaikan secara lisan oleh pemandu wisata, tetapi juga dikemas dalam bentuk konten digital yang konsisten dan berkelanjutan. Model ini menggabungkan narasi budaya, nilai ekologis sungai, dan pengalaman wisata sehingga menciptakan daya tarik unik Sungai Tello dibandingkan destinasi lain. Inovasi lainnya adalah pemberdayaan komunitas lokal sebagai kreator cerita wisata, di mana pengelola desa, pemuda, dan pelaku UMKM dilibatkan dalam produksi konten storytelling. Cerita-cerita lokal seperti legenda sungai, tradisi masyarakat bantaran sungai, dan praktik ramah lingkungan diangkat sebagai identitas wisata. Inovasi ini mendorong terciptanya promosi wisata yang autentik, memperkuat rasa kepemilikan komunitas, serta mendukung keberlanjutan pengelolaan Wisata Sungai Tello. 3. Tahapan Pelaksanaan a. Koordinasi dan Identifikasi Kegiatan pengabdian diawali dengan koordinasi antara tim pengabdian dan pihak pengelola Desa Wisata Sungai Tello. Pada tahap ini dilakukan pemetaan kebutuhan, identifikasi permasalahan promosi wisata, serta identifikasi kearifan lokal. Tim juga melakukan studi awal terkait potensi wisata Sungai Tello dan kearifan lokal yang dapat diangkat sebagai bahan